Jakarta, 22 Juni 2010 – Bank ICB Bumiputera membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp4,3miliar yang merupakan 45% dari laba bersih perseroan tahun 2009. Sridhar Natarjan, Presiden Direktur Bank ICB Bumiputera menjelaskan bahwa, dividen ini diberikan setelah perseroan per 31 Desember 2009 berhasil menaikkan laba sebelum pajak sebesar 92,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah dikurangi dividen, laba bersih akan digunakan seluruhnya untuk pengembangan dan ekspansi Bank, demikian tambah Tay Un Soo, Direktur Keuangan & Risk Management Bank ICB Bumiputera. Persetujuan dari pemegang saham atas pembagian dividen ini diperoleh perseroan pada RUPS Tahunan yang diselenggarakan perseroan pada tanggal 22 Juni 2010.
Sridhar menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2009, kinerja Perseroan menunjukan hasil yang sangat baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Laba setelah pajak naik 161,9%, sementara kredit tumbuh sebesar 11,55%. Dari sisi funding atau pendanaan, low cost fund juga naik sebesar 26,83%. Pasar merespons baik kinerja perseroan ini. Harga saham perseroan per akhir tahun 2009 naik menjadi Rp120 dari Rp56 pada awal tahun sehingga total shareholders return pada tahun 2009 meningkat menjadi 94%.
Pada triwulan I 2010 kinerja Bank ICB Bumiputera terus membaik. Bank yang fokus di bidang ritel ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp11,5 miliar dibandingkan laba sebesar Rp11,3 miliar pada periode yang sama tahun 2009.
Peningkatan kredit yang terutama dikontribusikan dari pinjaman dengan net interest margin (NIM) yang relatif besar seperti dari bisnis kartu kredit, micro finance dan UKM, dibarengi dengan keberhasilan manajemen menurunkan NPL net pada triwulan I tahun 2010 menjadi 3,55% dibandingkan 4,35% periode yang sama 2009 sehingga turut memberikan kontribusi signifikan bagi kenaikan laba Bank ICB Bumiputera.
Sridhar menjelaskan bahwa sejalan dengan visi misi baru Bank yaitu menjadi premier retail bank di Indonesia, strategi pertumbuhan kredit Bank pada tahun 2010 difokuskan kepada segmen ritel dan mikro dengan upaya penuh untuk menurunkan tingkat non performing loan (NPL)
Pada triwulan I 2010 manajemen perseroan berhasil meningkatkan efisiensi Bank. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar 91,30% atau turun dari 105,73% pada periode yang sama tahun lalu.
Jumlah kantor pelayanan yang dibuka year-on-year adalah 1 Kantor Cabang di Solo dan 24 kantor kas yang dibuka di pasar-pasar tradisional di kota Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Pembukaan kantor cabang ini untuk lebih mendekatkan diri kepada pasar ritel.
Sridhar mengatakan bahwa kinerja Bank ICB Bumiputera yang semakin baik selama ini memberikan optimisme dan keyakinan bahwa Bank ICB Bumiputera akan menjadi bank ritel utama di Indonesia dengan memberikan best price, best product, dan best service kepada nasabahnya.
Dalam RUPST yang digelar hari ini, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan perseroan untuk tahun buku 2009 dan penunjukkan KAP Purwantono, Sarwoko & Sandjaja sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan memeriksa laporan keuangan tahunan perseroan untuk tahun buku 2010.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank ICB Bumiputera juga telah menyetujui dan menerima baik pengunduran diri Tan Khen Lian sebagai Direktur Operasional dan mengangkat Rajuendran Marrapan sebagai Direktur Operasional baru mengantikan posisi Tan Khen Lian. Rapat juga menyetujui untuk menambah satu orang komisaris baru Tai Terk Lin.
Sridhar mengatakan bahwa pengangkatan Komisaris dan Direktur baru diharapkan dapat lebih memperkuat jajaran puncak manajemen Bank ICB Bumiputera sehingga Bank ICB Bumiputera dapat segera menjadi bank ritel terkemuka di Indonesia. Bank ICB Bumiputera merupakan anggota dari jaringan ICB Banking Group, group perbankan yang berkantor pusat di Swiss. Saat ini ICB Banking Group memiliki jaringan perbankannya di 13 negara, terutama di Eropa Timur, Afrika dan Asia.
Total Aset Bank ICB Bumiputera pada triwulan pertama tahun 2010 Rp. 7,194 trilyun, dengan profit Rp. 11,5 milyar, NPL netto 3,55% dan CAR 11,22 %. Jumlah cabang sebanyak 93 dan ATM sejumlah 69 dan tergabung di 17.081 jaringan ATM Bersama. Kantor Cabang tersebar di kota-kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Batam, Jambi, Pekanbaru, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Samarinda dan Tarakan. Rencana pembukaan cabang baru yang segera akan dibuka adalah di Palembang dan Pontianak.
Informasi lebih lanjut, hubungi :
Cut Saskia Amitra, VP
Corporate Secretary
PT Bank ICB Bumiputera, Tbk.
Menara ICB Bumiputera Lt.4
Jl. Probolinggo No.18
Jakarta 12910
Telp : 021 – 3919898 ext 4200